HMPS Fisika UNIFLOR adakan LKMM
Demi melahirkan kader kepemimpinan yang kritis dan inovatif, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Fisika Universitas FLores ( UNIFLOR ) mengadakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa ( LKMM ) bertempat di WIsma St.Fransiskus Asisi Datang-Detusoko,12-15 Oktober 2010.
Peserta kegiatan in berjumlah sebanyak 243 Mahasiswa yang masih duduk di Semester 1 Program Studi Pendidikan Fisika.Dalam keterangannya,ketua panitia kegiatan, MIchael Yulianus Adjo Bha mengatakan kepemimpinan adalah salah satu sumber daya yang penting. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya penting namun juga merupakan suatu kebutuhan yang esensial dirasakan secara luas oleh berbagai bentuk organisasi.Baik dikalangan pemerintah swasta maupun tingkat Organisasi Mahasiswa ( ORMAWA ).
Salah satu tantangan yang acap kali diahdapi oleh organisasi adalah bagaimana menyiapkan sekaligus mendapatkan pemimpin dan menghidpkan kepemimpinan. Sukses tidaknya tujuan dan cita-cita bersama dari organisasi yang dipimpinnya.Secara umum, katanya, berkaitan dengan karakter, pengetahuan, kemampuan menggagas serta mendorong perubahan.
"Hal ini cenderung tidak diperoleh mahasiswa. Mahasiswa cenderung mengalami kemiskinan idealisme serta apatis dan egois terhadap fenomena-fenomena sosial yang terjadi di kampus maupun di masyarakat. Problem kemahasiswaan ini, mendorong HMPS Fisika menggagas kegiatan LKMM yang akan dijadikan medium untuk memahami secara luas dan mendalam tentang manajemen kepemimpinan sebagai implementasi dari kekuatan moral yang kokoh " Kata Michael.
Tujuan khusus dari kegiatan ini, lanjut MIchael, adalah membentuk integritas mahasiswa sebagai pribadi yang berintelektual dan berwawasan luas, meningkatkan kualitas generasi muda sebagai aktor pembangunan serta mendalami pengetahuan serta keterampilan berorganisasi agar mampu menjalankan roda organisasi di masa yang akan datang.Dikatakan Michael,Kegiatan serupa ini direncanakan akan dilaksanakan setiap awal tahun perkuliahan dengan pesertanya adalah mahasiswa semester 1 Prodi Fisika.
Ketua HMPS Fisika,Marselinus Nuwa dalam sambutannya mengatakan pemuda yang sering dinobatkan sebagai generasi penerus bangsa dan agen prubahan, bukanlah sebagai sebuah slogan semata. Namun lebih dari pada itu, adala perlu ditunjukkan dalam setiap tindakan."Menjadi kader masa depan dan agen perubahan, tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Perlu menyiapkan mutu SDM. Bicara tentang mutu SDM berarti bicara pula tentang mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu, sangat mendukung pembangunan di segala bidang,"ungkap Marselinus.
Dikatakannya,aspek pendidikan perlu mendapat perhatian yang besar dari semua pihak.Pemerintah,masyarakat maupun lembaga pendidikan yang ada.Marselinus lebih lanjut menyampaikan kepada para mahasiswa calon guru, bahwa guru sangat memegang peran strategis dalam upaya membentuk watak melalui pengembangan kepribadian dan nilai - nilai yang diinginkan.
Sejauh ini, demikian Marselinus, dalam masyarakat kita yang multikultur dan multi dimensional,peranan teknologi untuk menggantikan tugas - tugas guru masih sangat kecil."Guru dengan segala keterbatasannya tetap dianggap sebagai pelopor di tengah masyarakat. Guru bukan hanya mendidik para siswa di sekolah melainkan guru bagi masyarakat"katanya.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Marselinus mengatakan, pelatihan mengembangkan wawasan dan sikap ilmiah ini bermaksud agar para mahasiswa baru dapat mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia kemahasiswaan. Mahasiswa dituntut agar dapat belajar lebih aktif dan mandiri sesuai dengan tuntutan pendidikan tinggi, sehingga mampu membawa perubahan di masyarakat kelak.
Di akhir sambutannya, Marselinus berharap kepada peserta kegiatan untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan keseriusan dan rasa tanggung jawab. Camat Detusoko Emanuel W. Laba ketika membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada HMPS Fisika Uniflor yang telah menggagas kegiatan tersebut sehingga lembaga pendidikan tinggi Uniflor dapat mampu menghasilkan kader - kader masa depan. Sebagai agen pembaharuan terutama kapasitas sebagai seorang guru.